h1

Tentang dialektika wacana hidup saya

n1604772751_30109614_6850432

Asalamu’alaikum…

Salam kenal, saya orang baru dalam dunia blogger, tidak banyak yang bisa didiskusikan tentang atau untuk saya, tapi saya bisa untuk diajak berbagi pemikiran…

Nama lengkap saya Wicaksono Tri Prastantyo Putro, saya lahir di Jogjakarta, 20 april 1990. Saat SD saya bersekolah di SDN Polisi 1 Bogor, SMPN 9 Bogor, SMA Kesatuan Bogor, dan menjadi mahasiswa di sebuah tempat kuliah gratis bernama Bogor EduCARE. Kebetulan saya adalah seorang anak terakhir dari 3 bersaudara pada awalnya, namun saat ini saya menjadi anak ke-2 dari 2 bersaudara, bingung ya?? nanti kita bahas…

Saya adalah seorang anak yang terlahir dalam kondisi keluarga yang memiliki kisah kondisi keuangan yang unik. Pada awalnya saya terlahir dalam keluarga berkondisi keuangan yang sangat amat cukup, bahkan mungkin lebih, lalu seiring berjalannya ekonomi negara, ayah saya menjadi korban PHK besar-besaran pada tahun 1997, tak bisa dihindari, ayah saya jobless, sampai kurang lebih 5 tahun, menjalani tahun-tahun tersebut, keluarga saya melewati berbagai shock mental condition, karena terbiasa dengan keadaan yang serba cukup. Pada tahun 2002, ayah saya  kembali lagi bekerja di sebuah perusahaan transportasi darat terkenal, di situlah keluarga saya dapat bernafas kembali, keluarga saya dapat kembali bernafas bebas setelah cukup lama terikat oleh keterpurukan ekonomi. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, hanya kurang lebih 2 tahun, karena setelah itu ayah saya terdepak dari perusahaan tersebut dikarenakan orang dengki yang tidak bertanggung jawab, pada saat itulah saya benar-benar merasakan down mental tanpa saya sadari, waktu itu saya sedang kelas 2 SMP dan kakak saya yang kedua sedang kelas 2 SMA, kami berdua sempat mengalami sekolah dengan sistem shift system, dalam arti kata, pada hari ini saya bersekolah lalu besoknya saya tidak bersekolah karena sudah pasti harus bergantian dengan kakak saya karena kondisi keuangan yang memaksakan hal tersebut, keadaan tersebut berlangsung selama 3 tahun. Menanggapi hal tersebut, kakak pertama saya yang sedang kuliah di AKINDO Jogjakarta memutuskan untuk berhenti kuliah demi adik-adiknya agar bisa meneruskan sekolah dengan normal tanpa harus tersendat oleh keadaan konyol seperti ini (menurutnya), lalu kakak saya menjalani hari-harinya dengan menyaksikan teman-teman komplek seumurannya kuliah dengan penuh kenyamanan. Mungkin Allah SWT tidak bisa membiarkan kondisi tersebut menyiksa batin kakak saya, akhirnya pada tgl 05 Juni 2004, Allah SWT memerintahkan Izroil untuk menjemput kakak saya. Jujur setelah kepergian kakak saya, cekikan keuangan keluarga saya agak sedikit melonggar, saya sangat cinta kepada kakak saya. Kakak saya adalah seorang pendaki gunung, sejati menurut saya, alam sudah menjadi separuh bagian dalam hidupnya, ternyata tanpa saya sadari hal tersebut terwariskan kepada saya, alhasil sekarang saya pun menjadi salah satu dari minoritas orang yang mengazamkan dirinya untuk menghabiskan separuh hidupnya di alam. Menurut saya mendaki gunung adalah sebuah proses dimana keteguhan dan kebulatan niat dan mental seseorang diuji, bukan hanya sekedar naik membawa bawaan berat lalu turun dengan segudang pakaian kotor, tapi kebenaran pribadi seseorang akan terjawab di atas sana, bukan finansial yang bermain di sana, tapi mental dan daya juang sempurna lah yang berperan. Menjauh sejenak dari segala topeng kemunafikan kota adalah sepotong kecil niat saya dalam mendaki gunung, karena saya mempunyai potongan-potongan kecil dan besar lainnya dalam setiap saya melangkahkan kaki saya di dalam rimba pembongkar kedok setiap orang yang masuk ke dalamnya, dan saya adalah seorang yang membenci ke-homogenan suatu keadaan, mengapa??

Karena saya adalah saya..

Jazakumullah khairon katsiron..

Wslm..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: